Kisah Dongeng Atau Cerita Anak Untuk Memberikan Motivasi Dan Pelajaran Tentang Kebaikan

Kisah Sang Kancil Dan Kerbau Yang Dungu

Kisah Sang Kancil Dan Kerbau Yang Dungu : Pada zaman dahulu di suatu daerah hutan belantara yang aman damai dan permai hiduplah kancil yang bijaksana dan cerdas dalam menyelesaikan segala macam masalah, ia sedang menikmati segarnya air sungai sambil menyantap makanan yang ada. Begitu juga hewan hewan yang lain seperti monyet, tupai, kupu kupu, kerbau dan juga buaya yang hidup di dalam sungai.

Semua hewan di rimba belantara tersebut sangat waspada dan takut pada buaya yang ganas lapar dan tidak memiliki belas kasihan terhadap sesama, namun sang kerbau yang jarang berada di hutan tersebut tidak kenal dengan buaya oleh sebab itu dengan santai dan tanpa rasa takut sedikitpun ia menikmati rumput segar di sekitar pinggiran sungai.

Sang Kancil Dan Kerbau

Kerbau adalah binatang yang kuat dan gagah namun tidak suka berpikir sehingga ia juga di juluki hewan yang bodoh dan dungu. Dari seberang sungai dimana sang buaya sedang menjemur diri menikmati indahnya hari sambil siaga menunggu mangsa  melihat sang kerbau yang sedang asik makan tanpa berwaspada terhadap sekelilingnya.

Buaya Dan Kerbau


Dengan perlahan dan pasti buaya mulai berenang menghampiri kerbau untuk di sergap dan di jadikan makanannya, sang monyet dan tupai yang hidup di atas dahan pohon melihat gelagat buruk tersebut sambil berteriak menjerit mengingatkan kerbau yang tetap saja asik makan.

Buaya semakin dekat pinggiran sungai di mana kerbau berada, dan sang monyetpun semakin gelisah sambil berlompat lompat di dahan pohon mengingatkan kerbau yang seolah olah tuli dan tak perduli.

Sang Monyet


Semakin dekat buaya semakin kuat pula hentakan dahan pohon yang di lakukan monyet untuk memberi peringatan walau tidak di perdulikan, di saat sang buaya akan menyergap kerbau dahan pohon yang di hentak hentak monyetpun patah dan menimpa leher buaya sehingga buaya tiak dapat bergerak sama sekali.

Monyet Dan Buaya

Dengan menahan rasa sakit yang teramat sangat dan menangis sang buaya meminta tolong kepada kerbau,

Sang Kerbau Dan Buaya


Buaya :  Wahai sang kerbau tolonglah aku
Kerbau yang bodoh dan dungu bertanya "Kamu  kenapa hai buaya"
Buaya : Tidakkah kamu lihat di punggungku ini ada dahan pohon yang besar dan berat ???
Kerbau : ya aku melihatnya
Buaya : Tolonglah kau lepaskan dahan ini dari punggungku kalau tidak aku bisa mati karenanya..tolonglah aku kerbau.
Kerbau tidak tahu kalau buaya adalah binatang buas yang licik dan suka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. Ia berkata wah dahannya besar dan berat, mana mungkin aku bisa mengangkatnya.
Buaya: Hai kerbau, kaukan besar dan gagah apalagi tandukmu itu sangat indah dan pastinya sangat kuat pula, tentu bisa untuk memindahkan dahan ini ( sang buaya mengeluarkan jurus mautnya dengan memberikan pujian pujian terhadap kerbau. )
Kerbau yang dungu dan sangat suka sekali di puji merasa sangat tersanjung dan bangga, lalu ia berkata "Baiklah akan aku coba menyingkirkan dahan itu dari punggungmu".

Sang Kancil Buaya Dan Kerbau

Dengan perasaan bangga karena pujian pujian yang di berikan sang buaya, kerbau mulai mengangkat dahan pohon yang berat tersebut dengan tanduknya tanpa menyadari bahaya yang akan ia dapat setelah itu.

Dahan pohon yang menimpa punggung buayapun berhasil di singkirkan oleh kerbau yang kuat tapi dungu tersebut. Buayapun mengucapkan terimakasih namun dengan segera langsung menggigit kaki kerbau. Dengan perasaan kaget kerbau berteriak dan berkata 

"Hai buaya apa yang kau lakukan?? Aku telah membantumu, beginikah balasanmu??" 

Dengan santainya buaya menjawab aku juga mau hidup dan aku sangat lapar, kalau tidak ada sibodoh dan dungu seperti dirimu bagaimana aku bisa hidup dan mendapatkan makanan??? Kau sendiri yang mencari naas dengan memberikan bantuan padaku, sekarang berdo'alah karena sebentar lagi kau akan mati ( dengan perasaan senang dan bangga buaya mengatakannya pada sang kerbau yang naas itu )

Kisah Sang Kancil Dongeng Anak

Kerbau yang baru menyadari kesalahannya itu menangis dan berteriak minta tolong, namun tidak ada 1 hewanpun dalam hutan yang berani menolongnya kecuali seekor hewan yang bijak dan cerdas yaitu Sang Kancil. Kancil sudah mengikuti permasalahan antara kerbau dan buaya dari awal hinggalah kaki kerbau di gigit buaya.

Sambil mendekati kedua hewan tersebut kancil berpikir bagaimana untuk melepaskan kerbau dari gigitan buaya dan tentunya dirinya juga tetap selamat. Ketika sampai di dekat mereka sang kancil berkata, hai kalian sedang ngapain dan kau kerbau kenapa menjerit minta tolong?

Kerbaupun memberikan jawaban sambi menangis "aku telah membantu buaya menyingkirkan dahan pohon yang menimpanya namun setelah itu ia malah mengigit kakiku.

Kancilpun berkata sambil menyindir buaya "Wahai kerbau tidakkah kau tau zaman sekarang banyak sekali kejahatan, bahkan kebaikanpun di balas dengan keburukan, banyak orang yang mementingkan dirinya sendiri tanpa perdulu dengan orang lain. Si Dungu seperti dirimulah yang mudah sekali di jadikan korban, sekarang nasi sudah menjadi bubur dan terimalah nasibmu.

Kerbaupun semakin sedih dan menangis tersedu sedu lalu berkata tolonglah aku kancil, aku bertobat dan tidak akan lagi berbuat ceroboh. Buaya jgua ikut berkata cepatlah kau berdoa wahai kerbau karena sebentar lagi kau akan mati, akupun sudah lapar dan tak tahan lagi nih.

Kancil yang cerdik mengitari 2 hewan tersebut dan kemudian berdiri di atas dahan pohon yang patah tadi lalu ia berkata, hai sang kerbau bagaimana mungkin kau mampu mengangkat dahan yang besar dan berat ini??? aku tidak percaya padamu karena tidak mungkin ada hewan yang bisa mengangkat dahan seberat ini.

Sang Kancil Kerbau Dan Buaya

Memang benar aku telah mengangkatnya kata kerbau dan di iyakan oleh buaya, namun kancil tetap bersikeras mengatakan tidak percaya dan selanjutnya berkata, coba kau tunjukkan kepadaku hai kerbau bagaimanakah kau mengangkat dahan ini dari punggung buaya???

Awalnya buaya sangat keberatan namun kancil kembali berkata hai buaya kaukan hewan yang bijak dan cerdas cobalah kau lepaskan kaki kerbau yang bodoh tu sebentar, karena aku ingin melihat bagaimana ia mengangkat dahan pohon ini.

Ooo kamu tidak percaya ya kancil?? baiklah akan aku lepaskan kaki kerbau ini agar dia bisa menunjukkan bagaimana mengangkat dahan tersebut, tapi jangan lama lama ya karena aku sudah lapar banget nih.

Kerbau yang sangat bodoh dan dungupun berkata ialah aku tidak akan lama lama meletakkan dahan ini di punggungmu, lalu kakinya di lepaskan oleh buaya dan kerbaupun segera mengangkat dahan pohon dengan tanduknya untuk di letakkan kembali ke punggung sang buaya.

Dongeng Anak Sang Kancil

Dengan menggunakan tanduknya yang kuat sang kerbau mengangkat dahan pohon untuk di letakkan kembali ke punggung buaya, setelah itu sang kancil berkata:
"Oo begitu caranya"

Sang buaya yang tidak kuat menahan dahan pohon langsung berkata hai kerbau ingat perjanjian kita, jangan lama lama aku tidak kuat menahannya. Kerbau yang dungupun menjawab iya aku ingat dan baiklah sekarang akan aku pindahkan lagi dahannya. namun belum sempat kerbau bergerak sang kancil berkata hai kerbau yang bodoh kau mau buat apa??? sekarang pergilah menjauh, emangnya kau ingin mati di gigit buaya?

Si kerbau tersadar dari kebodohannya dan merasa bersyukur lalu mengucapkan terimakasih pada sang kancil yang bijak dan selanjutnya ia pergi menjauh dari buaya yang ganas dan tak kenal balas budi itu.

Setelah kerbau menjauh sang kancilpun berkata pada buaya yang malang sambil berlalu meninggalkannya:
"nah buaya sekarang kau rasakanlah hasil dari perbuatanmu sendiri yang licik dan tak mengenang budi"

Buaya yang kelaparan dan kesakitan itupun menangis sejadi jadinya namun tak dapat berbuat apa apa, ia semakin sakit hati sama sang kancil setelah sebelumnya keluarganya juga pernah di bohongi oleh sang kancil di Cerita Dongeng Kisah Sang Kancil Dan Buaya.

= TAMAT =

Pesan Moral Dari Cerita Dongeng Ini:
Bila kamu malas untuk berpikir maka kamu akan menjadi bodoh dan itu akan menyebabkan kamu menjadi mangsa atau di manfaatkan oleh yang pandai.
Bila kamu lemah maka akan menjadi mangsa bagi yang kuat.
Siapa cepat dia yang dapat, siapa lambat akan kecewa.
Siapa yang malas maka hidupnya akan sia sia.

Janganlah kamu mudah tertipu dengan pujian pujian yang di berikan orang apa lagi sampai lupa diri saat di sanjung, karena itu akan membawa petaka pada dirimu sendiri seperti kisah kerbau di atas. Setiap hal yang terjadi dalam dunia ini pasti ada sebab dan akibatnya tidak terkecuali itu baik atau buruk.

Demikianlah cerita dongeng kita kali ini tentang Kisah Sang Kancil Dan Kerbau Yang Dungu semoga dapat di ambil hikmahnya dan menjadi pelajaran berharga untuk kita semua, sampai jumpa lagi di cerita dongeng berikutnya. wassalam.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Sang Kancil Dan Kerbau Yang Dungu

0 komentar:

Posting Komentar