Kisah Dongeng Atau Cerita Anak Untuk Memberikan Motivasi Dan Pelajaran Tentang Kebaikan

Kancil Yang Bijak Melawan Musang Yang Licik

Kancil Yang Bijak Melawan Musang Yang Licik : Adik adik sekalian pasti penasaran dengan lanjutan kisah dongeng sebelumnya tentang permasalahan monyet dengan musang yang berjudul Kisah Sang Kancil Menjadi Hakim Yang Bijak. Untuk itu di dalam tulisan ini akan di lanjutkan ceritanya, selamat membaca ya.

Cerita yang lalu di kisahkan kancil bertemu kerbau yang sedang ketakutan melihat bayangan dirinya di dalam sungai, dan kancilpun mendapatkan jawaban atas permasalahan yang sedang terjadi antara musang dan monyet di mana si monyet ingin agar musang mengembalikan buah manggisnya berlipat ganda sesuai perjanjian yang mereka buat ketika bertemu dahulu.

Kancil Dan Kerbau Yang Penakut

Sebelum kembali pulang kancil mengucapkan terimakasih kepada sang kerbau yang penakut namun dengan tidak sengaja memberikan jawaban suatu masalah yang cukup sulit. Hari itu kancil tidur dengan nyenyak menunggu besok malam untuk menyelesaikan permasalahan teman temannya.

Besok malamnya semua hewan berkumpul di tempat sang kancil untuk menjadi saksi dan mendengarkan penyelesaian masalah yang telah di buat oleh musang yang pintar namun licik tersebut. Terlihat monyet, kelinci, gajah, kerbau, musang dan hewan hewan lainnya menunggu dengan penasaran.

Kancil Yang Bijak Dan Musang Yang Licik

Monyet melihat kearah musang dengan perasaan geram namun musang menanggapinya dengan santai dan sombong, kelinci juga merasa marah kepada musang karena mengambil lobaknya dengan tanpa izin dan berjanji akan mengembalikan setelah 2 bulan.

Setelah semua hewan di dalam hutan berkumpul kancilpun menjadi hakim dan berkata musang silahkan maju kedepan, musang dengan santai tanpa ada rasa bersalahpun maju. Kancil memberikan pertanyaan kepada musang.

Kancil : musang apakah kau telah mengambil buah manggis si monyet ?
Musang : ia betul
Kancil : dan kau telah berjanji setelah 2 bulan akan mengembalikan dengan jumlah yang berlipat ganda, betulkah demikian?
Musang : betul
Kancil : lantas kenapa tidak kau kembalikan?

Sebelum menjawab pertanyaan kancil musang menoleh kepada gajah dan berkata wahai gajah coba kau lihat ke atas ada berapakah jumlah bulan??? gajah dengan pasti menjawab ada 1 bulan. Lalu musang menoleh pada sang kerbau dan berkata wahai kerbau aku berjanji pada monyet untuk mengembalikan buah manggisnya setelah berapa bulan?? kerbaupun menjawab 2 bulan.

Dongeng Kancil Menjadi Hakim

Musang yang licik kembali menoleh kepada sang kancil dan berkata terbukti aku berkata yang benar dan aku tidaklah berbohong. Kelinci yang mendengar ucapan musang tersebutpun marah dan berkata dia berbohong karena dia juga berjanji seperti itu kepadaku tapi sampai sekarangpun dia tidak memberikan apa apa.

Karena sang kancil telah mendapatkan jawaban dari permasalahan tersebut iapun berpura pura menunjuk ke arah monyet dan berkata "jadi kaulah yang menipu wahai monyet". Monyet merasa sangat kaget dan bertambah bingung mendengar ucapan kancil tersebut lalu berkata "Tidak..musang berkata berbelit belit, dulu dia bilang tunggu 2 bulan tapi sekarang dia malah bilang tunggu bulan menjadi 2, mana bisa seperti itu".

Mendengar ucapan monyet yang berapi api menahan marah dan bingung musangpun berkata sambil tertawa "bisa dong hahahahahaha"

Cerita Anak Kancil Jadi Hakim

Belum selesai musang tertawa kancil langsung menimpali "benar sekali musang, memang benar ada 2 bulan". Seluruh warga hutanpun terkaget kaget mendengar ucapan sang kancil tersebut. Lalu ia lanjut berkata "sekarang juga akanku tunjukkan padamu wahai musang bahwa waktunya telah 2 bulan". Dengan masih merasa menang musang tertawa dan berkata "tunjukkanlah:.

Sebelum aku tunjukkan bahwa telah ada 2 bulan kau harus berjanji wahai musang untuk mengembalikan semua buah yang telah kau ambil dari mereka. Ok, baiklah aku berjanji akan memetik dan membagikan buah buahan kepada kalian semua, tapi kalau kancil tidak berhasil menunjukkannya maka semua buah buahan di dalam hutan ini menjadi milikku kata si musang.

Dengan santai kancilpun berkata okelah sekarang semuanya mari ikut denganku. Merekapun semuanya mengikuti kancil yang berjalan ke pinggiran sungai yang jernih di malam bulan purnama tersebut.

Kancil Melawan Musang

Sesampainya mereka di pinggir sungai kancilpun berkata kepada semua hewan untuk melihat ke dalam air dan bertanya apakah yang kalian lihat?. Masing masing hewan memberikan jawaban yang beragam, ada yang bilang melihat air ada yang bilang melihat bayang bayang. Namun sang monyet ketika melihat ke dalam air selain melihat bayangannya sendiri ia juga secara tidak sengaja melihat bulan di dalam air tersebut.

Sang monyetpun berteriak aku nampak aku nampak, tangannya terus menunjuk ke dalam air dan ke atas langit sambil ia berkata satu bulan satu bulan, lalu sang kancil menghampirinya dan berkata jadi ada berapa bulan wahai monyet. Dengan perasaan senang monyet berkata ada 2 bulan.

Dongeng Anak Kancil Yang Cerdik Menjadi Hakim

Musang yang mulai merasa kawatir juga melihat ada 2 bulan yang satu di dalam air dan yang satu lagi ada di langit bertambah kaget saat dirinya di panggil oleh kancil. Kancil berkata "sekarang aku sudah berhasil menunjukkan kalau ada 2 bulan maka kau harus memenuhi semua janjimu ke pada kami".

Dengan perasaan takut musangpun berusaha berkelit dengan berkata mana boleh seperti itu namun di timpali oleh sang monyet dengan ucapan boleh saja dan semua hewan yang menghadiri persidangan tersebutpun menuntut musang untuk memenuhi janji janjinya.

Musang Dan Dua Bulan

Sejak saat itu musangpun menjadi pelayan semua hewan di dalam hutan dengan memetik dan mengantarkan buah buahan kepada siapa saja yang lapar. Ia tidak dapat lagi berkelit dengan ucapannya karena janji adalah hutang oleh sebab itu harus ia memenuhi janji janjinya tersebut.

Janji Adalah Hutang

= TAMAT =

Pesan moral dari dongeng ini adalah :
Janganlah sombong bila kamu pintar apa lagi kalau kepintaran tersebut di gunakan untuk merugikan orang lain sangatlah tidak baik seperti ulah musang di atas.
Percaya diri itu baik namun jangan berlebihan karena mungkin saja akan merugikan diri sendiri.
Bila sudah berjanji maka penuhilah janji tersebut karena setiap kita berjanji itu berarti hutang yang harus kita penuhi atau kita bayar.
Setiap perbuatan pasti ada akibatnya seperti musang yang walaupun dia pintar namun merugikan hewan yang lain dan akhirnya ia pun kalah oleh kancil yang cerdik.
Ingatlah di atas langit pasti ada langit yang artinya sepintar pintarnya kita pasti ada orang yang lebih pintar dari kita, tetaplah rendah hati dan jangan pernah sombong.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kancil Yang Bijak Melawan Musang Yang Licik

0 komentar:

Posting Komentar