Kisah Dongeng Atau Cerita Anak Untuk Memberikan Motivasi Dan Pelajaran Tentang Kebaikan

Kisah Sang Kancil Menjadi Hakim Yang Bijak

Kisah Sang Kancil Menjadi Hakim Yang Bijak : Dahulu kala di rimba belantara dimana para hewan bisa berbicara dalam kehidupan yang suasananya aman damai dan tentram. Namun suasana tersebut menjadi teganggu tatkala ulah musang yang pintar namun kepintarannya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan merugikan hewan hewan yang lain seperti yang terjadi pada kisah dongeng berikut ini.

Kancil Dan Musang Yang Licik

Suata hari yang cerah tampak seekor kelinci yang sedang ingin menikmati makan siang yang nikmat dengan dua buah lobak di tangan kiri dan kanannya, namun tidak jauh dari situ di belakang kelinci tampak seekor musang yang lapar sedang mencari makan juga, yang secara diam diam mendekati kelinci untuk merampas kedua lobak tersebut.

Dengan kepintaran dan kelicikannya musang mengejutkan kelinci dengan cara memanggilnya dari arah belakang kanan, namun ketika kelinci menoleh ke belakang kanan sang musang langsung berpindah ke belakang kiri dan mengambil lobak di tangan kiri kelinci. Ketika kelinci menoleh ke kiri musangpun segera pindah ke kanan dan mengambil lobak yang di tangan kanan kelinci sehingga ke dua lobak tersebut dapat di ambil musang dan kemudian di makannya.

Musang Yang Pintar Dan Licik

Kelinci yang bingung bertanya pada sang musang, hoi musang mana lobak aku dan musang menjawab dengan mudahnya sambil berlalu 2 bulan, 2 bulan. Tinggallah kelinci sendiri dengan perasaan bingung dan marah karena makan siangnya gagal.

Setelah mendapatkan makan siang gratis dari sang kelinci ternyata belum mengenyangkan perut musang dan iapun melanjutkan perjalanan mencari makan siangnya dan tiba tiba ia melihat sang gajah yang sedang asik makan dan memetik rambutan. Timbullah niat buruk musang untuk mendapatkan makan siang gratisnya yang kedua, dari balik pohon tidak jauh dari gajah tiba tiba musang berteriak tikuuuus dan gajahpun terkejut serta merta melepaskan rambutannya dan di ambil oleh musang secara diam diam sambil berlalu.

Musang Dan Gajah

Dalam perjalanannya sehabis merampas makanan dari sang kelinci dan gajah akhirnya musangpun bertemu dengan monyet lagi pesta makan buah manggis yang lezat. Musang sangat ingin memakan buah manggis yang ada pada sang monyet dan iapun berkata:
Musang : Hai monyet
Monyet : ia ada apa
Musang : Banyak banget buah manggismu
Monyet : Ia aku memang sangat suka makan manggis, sedaaaap
Musang : Kalau aku tidak salah ini adalah manggis yang paling enak di dalam hutan ni, apakah akan kamu makan semuanya??
Monyet : Ialah..
Musang : ( dengan gaya pura pura terkejut ) haaaa...rugi..rugi...rugi...rugi. Gimana kalau aku bantu dengan satu buah manggis dapat membuatnya menjadi 3 buah, dari 3 buah itu bisa jadi 9 buah dan dari 9 buah tersebut aku bisa membuatnya jadi 27 hingga seterusnya sampai kau memiliki buang manggis yang sangat banyak sekali. Aku berjanji dalam waktu 2 bulan aku bisa membuatmu menjadi kaya dengan buah manggis, hingga waktunya nanti kamu bias makan manggis setiap hari tanpa takut kehabisan.
Monyet : ah..musang.. bisakah kamu di percaya?
Musang : ( dengan gaya pura pura acuh dan pura pura akan berlalu ) kalau kamu tak percaya tak apa apa.
Monyet : ( sanga monyet yang terkenal dengan keserakahannya walaupun ragu namun rasa ingin memiliki buang manggis yang banyak mulai percaya pada musang dan berkata )  Tunggu dulu, aku sih mau aja tapi waktu 2 bulan itu lama sekali.
Musang : kalau kamu mau buah manggismu menjadi sangat banyak ya harus sedikit bersabar.
Monyet : ( dengan perasaan ragu dan was was namun sang monyetpun akhirnya menyetujui ) Ok lah musang.

Musang Dan Monyet

Dengan perasaan menang sang musangpun mengumpulkan semua buah manggis yang ada pada si monyet kecuali yang sudah di buka ia berikan pada monyet, iapun menyuruh monyet untuk pulang dan kembali ke tempat itu setelah 2 bulan.

Dua Bulan Kemudian

Setelah cukup dua bulan menurut perkiraan sang monyet iapun kembali ketempat dimana ia bertemu musang untuk menagih janji pada musang yang cerdik dan licik.

Monyet : hai musang sekarang sudah 2 bulan dan aku datang ingin mengambil kembali buah manggis ku yang telah kau ambil untuk di jadikan banyak biar aku bisa makan manggis setiap hari.
Musang : Janji apa ni??? 2 bulan apa?? oooo janji yang kemarin itu ya??? setau aku sekarang belum ada 2 bulan.

Dengan perasaan geram dan marah monyet memaksa meminta buah manggisnya namun tetap tidak di berikan oleh sang musang karena belum cukup waktu perjanjiannya. Monyet yang bertambah marah namun tidak dapat berbuat apa apa dengan perasaan geram mengatakan. Kita harus selaikan masalah ini sekarang juga dan mari kita temui sang kancil untuk mnyelesaikan masalah ini.

Kancil Dan Musang Yang Licik

Musang yang merasa di atas angin ( merasa menang ) sedikitpun tidak merasa takut mengikuti ajakan monyet untuk menemui kancil. Tibalah mereka di tempat kancil tinggal dan beristirahat. Sang monyetpun berkata wahai kancil, aku ingin kau menjadi hakim dalam masalah kami ini, kaukan hewan yang cerdik dan bijak.

Kancil yang mendengar pujian dari sang monyet berkata tunggu dulu, tolong ceritakan benar benar apa masalahnya biar aku mengerti, kalau aku tidak mengerti bagaimana mungkin aku bisa menjadi hakim penengah.

Monyetpun dengan perasaan geram mulai bercerita secara rinci pada kancil, berharap masalahnya bisa selesai dengan cepat. Di akhir cerita monyet, kancilpun berkata, kalau begitu benarlah kata sang monyet maka musang wajib membayar janjinya karena pokok di sekitaran sini juga sudah berbuah beberapa kali.

Dengan entengnya musang menjawab bagaimana aku mau bayar kan belum cukup 2 bulan, coba lihat bulan di atas langit itu, ada berapa bulan? kancil dan monyetpun melihat ke atas dan menemukan 1 bulan. Setelah mengatakan demikian sang musangpun bersiap akan pergi namun di cegah oleh sang kancil.

Kancil Jadi Hakim

Tunggu sebentar musang, bulan cuma ada satu mana mungkin ada 2, lalu musangpun menjawab dengan sombongnya, kelihatannya kau tidaklah terlalu cerdik dan bijak wahai kancil. Dalam dunia ini semua di ciptakan serba dua, lihatlah si monyet ini tangannya ada 2 kakinya ada 2 matanya ada dua. Tapi hidung aku cuma satu kata monyet dan musang berkata lubangnya ada 2 dan binatang di dalam hutan ini juga ada jantan dan betina, jadi pastilah bulanpun ada 2.

Baca Juga :
Kisah Kancil Dan Harimau Yang Serakah
Harimau Dan Talipinggang Ajimat

Sang monyet semakin geram dan memohon pada sang kancil untuk membantunya lalu kancil pun berkata, kalau begitu malam besok kita bertemu lagi di sini dan akan ku selesaikan masalah kalian. Musang dengan sombongnya berlalu sambil berkata semoga berhasil, sedangkan monyet walau tampak sedih namun berharap kancil bisa menyelesaikan masalahnya, iapun pergi pulang untuk kembali lagi besok.

Dalam kesendiriannya kancil berpikir keras bagaimana membuktikan 2 bulan seperti permintaan sang musang, tiba tiba ia di kagetkan oleh suara sang kerbau yang berteriak minta tolong, kancilpun berlari ke arah suara kerbau yang meminta tolong tersebut.

Kancil Dan Kerbau

Ada apa kerbau? kenapa kau meminta tolong? kerbau yang takut memandang bayangan dirinya di dalam air sungai yang jernih berkata, jangan bicara kuat kuat apakah kau tidak takut melihat hewan yang di dalam air itu??? ooo itu cuma bayangan kata sang kancil sambil melihat ke dalam air. Setelah melihat bayangan dirinya dalam air kancilpun melihat sesuatu yang membantu memberikan jawaban atas masalah monyet dan musang.

Kira kira apakah yang di lihat kancil selain bayangannya sendiri dan kerbau saat di pinggir sungai tersebut?? pasti adik adik penasaran nih, kalau begitu silahkan lanjutkan membaca ceritanya dengan klik link berikut ini Kancil Yang Bijak Melawan Musang Yang Licik.

= BERSAMBUNG =

Pesan moral dari dongeng ini:
Jangan mudah tersanjung dengan pujian dan janji janji seperti sang monyet yang di janjikan oleh musang yang licik.
Gunakanlah kepintaranmu untuk membantu yang lain bukan merugikan yang lain seperti musang yang pintar tapi menggunakan kepintarannya untuk mendapatkan keuntungan sendiri dan merugikan hewan yang lain.
Pikir itu pelita hati maka semakin sering kita berpikir akan semakin terlatih otak kita untuk menyelesaikan masalah. contohnya ketika sang kancil melihat kerbau yang takut namun ia dapat menemukan jawaban dari masalah antara monyet dan musang.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Sang Kancil Menjadi Hakim Yang Bijak

0 komentar:

Posting Komentar